Langsung ke konten utama

BAGAIMANA CARA MELAKUKAN TEKNIK KEPEMANDUAN WISATA

 TEKNIK KEPEMANDUAN WISATA UNTUK PRAMUWISATA PEMULA

Teknik Kepemanduan Wisata
Kamar Bung Karno di Museum Asi Mbojo, Bima

Ketika anda baru saja akan memulai karir sebagai seorang pramuwisata atau pemandu wisata baik itu lokal maupun nasional Anda terlebih dahulu harus mengenal apa dan bagaimana melakukan Teknik Kepemanduan Wisata yang tentunya sesuai dengan standar dan tren perjalanan wisata saat ini.

Praktik Kepemanduan Wisata biasaya dilakukan oleh seorang pramuwisata, tour guide ataupun lembaga pendidikan yang fokus pada peningkatan skill kompetensi dalam bidang kepemanduan wisata. Berikut ini ada beberapa tips ataupun teknik dasar dalam pemanduan wisata yang disusun berdasarkan hasil wawancara, pengamatan dan pengalaman dari penulis.


1. Teknik Pembukaan (Opening)

    Setiap pramuwisata dan atau pemandu wisata ketika pertama kali hendak berjumpa dengan tamu perlu untuk mempersiapkan diri terlebih dahulu tidak lain untuk memberikan kesan pertama "first impression" kesan pertama ini akan menentukan bagaimana profesionalisme Anda didepan tamu / wisatawan yang Anda tangani. Penampilan dan sikap akan menjadi kunci utama yang selanjutnya dilengkapi dengan senyuman dan ekspresi wajah yang tidak datar, tidak juga menunjukkan ekspersi yang berlebihan. Namun perlu diingat, tidak semua tamu kadang senang kalau selalu diberikan senyuman.

 2. Perkenalan (Introduction)

    Setelah mempersiapkan diri dengan baik, dilanjutkan dengan perkenalan diri kepada tamu dengan tetap memperhatikan sikap dan penampilan perkenalan dimulai dari Salam, Misal Assalamualaikum dan selamat. Perkenalkan nama kemudian mewakili travel apa Contoh : Assalamualaikum Bapak /Ibu perkenalkan saya Isdar mewakili Edjoura Tour selamat datang di Indonesia. Setelah memperkenalkan diri, dilanjtkan dengan memperkenalkan tim yang terlibat di lapangan sperti driver / karnet (co-driver) dan tim-tim lain yang bertugas di lapangan. Namun perlu diingat ! waktu tamu / wisatawan tidak banyak maka jangan menghabiskan waktu untuk hanya sekedar perkenalan.


 3. Penyajian Materi (Content)

    Biasanya ketika hendak memulai memberikan materi ataupun pemberian informasi kepada tamu / wisatawan yang kita handle disarankan untuk tidak menggunakan bahasa-bahasa yang sulit dimengerti atau menggunakan istilah ilmiah. Kebanyak pramuwisata untuk nampak terlihat cerdas atau profesional mereka menggunakan kata / kalimat ataupun istilah yang sulit dipahami oleh sebagian orang. Untuk itu dalam pemberian materi atau konten hendaknya dimulai dengan memberikan informasi sekitar terkait kondisi alam, cuaca, sosial penduduk, mata pencaharian serta hal yang penting untuk diketahui wisatawan. Jangan memberikan infomasi yang mungkin dapat memicu perdebatan seperti menyinggung unsur SARA dan politik. Seorang pramuwisata atau pemandu wisata yang profesional sebisa mungkin untuk menghindari hal tersebut. Akan tetapi, wajib bagi seorang pramuwisata memberikan sentilan-sentilan humor yang dapat membuat tamu / wisatawan kita merasa nyaman.


4. Penutupan (Closing)

    Lakukan penutupan atau closing materi dengan rapi dan baik, jangan menggantung serta membuat tamu / wisatawan masih bingung dan bertanya tanya. Ucapakan terimakasih dan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan-kekurngan dalam melakukan penanganan kepada tamu / wisatawan. Sesekali cobalah untuk memberikan kesempatan kepada para tamu/ wisatwan untuk mengemumkakan pendapatnya, kesan serta komentar terkait perjalanan yang dilakukan di tempat kita. Apapun komentar dan masukan wajib kita apresiasi dengan baik. Jangan memberikan kode ataupun meminta secara langsung mengenai TIP/Pesangon ataupun harapan materil yang mungkin dapat membuat tamu / wisatawan yang kita tangani merasa kecewa. 

Demikian, beberapa catatan dalam memulai Teknik Kepemanduan Wisata. Semoga bermanfaat dan salam sukses untuk kita semua !


Baca juga artikel yang menarik dengan Judul : Pengertian Pramuwisata

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

ISTILAH HSS dan PSS SERTA BLACKOUT DATE DALAM PERHOTELAN

Gambar oleh  ming dai  dari  Pixabay   Dalam dunia perhotelan, kita mengenal istilah low season, high season dan peak season. Lalu apa sih itu ? Low season adalah musim dimana traffic kunjungan wisata terlihat normal atau cenderung sepi. High season adalah musim dimana traffic kunjungan wisata naik dan ramai. Peak season adalah musim dimana traffic kunjungan wisata membludak dan over demand ( kelebihan permintaan ). Lalu apa apa itu surcharge ? Surcharge adalah tambahan biaya.

Kumpulan Materi Mata Kuliah Pengantar Pariwisata & Hospitality

  Materi Mata Kuliah Pengantar Pariwisata & Hospitality  Desa Wisata Sekawan Sejati, Lombok Barat Mata Kuliah Pengantar Pariwisata & Hospitality menjadi Mata Kuliah Dasar dalam pendidikan tinggi vokasi di Indonesia. Dengan mengetahui secara mendasar mengenai Pariwisata & Hospitality mahasiswa diharapkan mampu menerapkan ilmu yang telah diketahui untuk kemajuan pariwisata di Indonesia. Dengan hal itu, maka Power Point Mata Kuliah tersebut dilampirkan pada link berikut ini untuk memudahkan Anda dalam mempelajari Mata Kuliah Pariwisata & Hospitality: Materi Pertemuan  Klik disini  Materi Pertemuan Kedua  Klik disini Materi Pertemuan Ketiga  Klik disini Materi Pertemuan Keempat  Klik disini Materi Pertemuan Kelima  Klik disini Kisi-kisi UTS Semester Ganjil 2022 Mata Kuliah Pengantar Pariwisata & Hospitality Klik disini