6 Cara Melakukan Identifikasi Pelanggan
Dalam Usaha Perjalanan Wisata (UPW) sangat penting untuk kita mengetahui siapa yang akan menjadi pelanggan kita. Hal tersebut dikarenakan ketika kita gagal untuk mengetahui siapa pelanggan potensial kita maka akan membuat kita tidak bisa menguasai pasar pariwisata (perjalanan wisata). Seringkali beberapa pemilik bisnis perjalanan wisata (UPW) ketika mereka menjalankan perusahaan mereka selama bertahun-tahun mereka mempertanyakan mengapa proses penjualan paket wisata sangat begitu sulit dan tidak ada peningkatan sama sekali. Jawabannya adalah pemilik bisnis tersebut, tidak pernah melakukan identifikasi (investigasi) terhadap siapa pelanggan potensial mereka. Mereka hanya terpaku pada produksi paket wisata dan penjualan tanpa mengetahui target pelanggannya.
Mengapa demikian.....?
Sebenarnya bukan hal yang aneh ketika mendengar keluhan sulitnya menjual paket wisata terutama dari Travel Agent bahwa paket wisata yang kita tawarkan belum tentu menarik hati pelanngan. Di sinilah begitu banyak pemilik bisnis perjalanan gagal; mereka memiliki tawaran umum yang tidak terlalu menarik perhatian siapa pun hingga akhirnya paket wisatanya tidak kunjung terjual.
Bagaimana Cara Mengidentifikasi Pelanggan ?
Cara melakukan identifikasi pelanggan, mengidentifikasi pelanggan sebenarnya tidak membutuhkan keterampilan khusus atau menyewa orang yang khusus. Setiap pelaku usaha perjalanan wisata (UPW) dapat melakukan identifikasi pelanggan potensial dengan melihat:
1. Posisi Staregis Pelanggan / Kondisi Demografis
Identifikas lebih awal posisi strategi kondisi demografi dari target pelangga kita dengan melihat jenis kelamin, kelompok usia, industri tempat dia bekerja, dan tingkat pendapatan mereka. Serta pahami juga apa yang membuat mereka tertarik dengan produk yang relevan dengan apa yg kita produksi. Hal Ini dapat dengan cepat memberi kita gambaran tentang target pasar kita.
2. Mengidentifikasi Kebiasaan Pelanggan
Menelisik sedikit lebih dalam untuk mengetahui kebiasaan calon pelanggan potensial kita seperti:
- Apa yang pelanggan sukai
- Kemana biasanya pelangan menghabiskan waktu saat akhir pekan
- Dimana pelanggan menacari informasi terkait paket wisata
3. Cari Tau Tujuan Wisata Calon Pelanggan
Ketika ingin menjual paket wisata penting untuk mengetahui apa yang diinginkan oleh calon pelanggan kita. Hal ini dapat menjadi informasi awal untuk menyusun sebuah konten pemasaran/pemasaran yang pas. Seperti contoh misalnya, ada seorang pelatih GYM yang menargetkan calon pengantin pria. Pelatih GYM ini mengetahui bahwa calon pelanggan memiliki tujuan untuk menurunkan berat badan. Pelanggan tersebut pasti akan langsung tertarik dan membuatnya mendengarkan apa yang dia butuhkan dari jasa kita.
4. Cari Tahu Kesenjangan Pada Calon Pelanggan
Biasanya para calon pelanggan melakukan pembelian karena salah satu dari dua alasan:
- Mereka memiliki keinginan yang ingin mereka penuhi atau
- Mereka memiliki masalah yang perlu dipecahkan.
Jika kita dapat mengidentifikasi tantangan yang dihadapi klien kita saat ini dan "menjembatani kesenjangan" dari masalah mereka menjadi ke solusi, kemungkinan kita akan mendapatkan kepercayaan yang tinggi.
5. Cari Tahu Bagaimana Calon Pelanggan Membuat Keputusan Pembelian Paket Wisata
Pelanggan biasanya melakukan pembelian dengan cara yang berbeda.
Ada yang membeli secara impulsive dan ada pula meluangkan waktu untuk meneliti, membaca ulasan, dan melihat opsi alternatif di pasar.
Penting bagi kita untuk mengetahui kebiasaan pembelian klien sehingga kita dapat memastikan apa yang mereka inginkan.
Hal tersebut akan menjadi kunci untuk klien potensial kita yang membuat keputusan pembelian.
6. Identifikasi Apa Yang Mereka Butuhkan Dalam Berwisata
Jika kita menjalankan iklan di internet dan menargetkan semua orang yang dapat dijangkau oleh platform media social biasanya tidak efektif
Misal : Kita menjual paket tour trakking rinjani dan iklan kita muncul di feed Instagram kakek berusia 74 tahun, kemungkinan penjualannya tidak ada.
Sejatinya, Jika kita sudah memiliki produk atau layanan, buatlah daftar alasan mengapa orang membutuhkan apa yang kita tawarkan, termasuk perubahan yang dapat diberikannya dalam kehidupan seseorang, bukan hanya membuat daftar fitur.
Jika upaya kita adalah untuk melayani semua orang, kita sebenarnya tidak akan melayani siapa pun. Ada orang di luar sana yang benar-benar membutuhkan dan menghargai apa yang kita tawarkan dan siap membeli produk/jasa yang kita miliki.
Baca juga : 5 Peluang Bisnis Pariwisata Pasca Covid-19

Komentar
Posting Komentar